Mengenal Skala Waktu Geologi
Bumi adalah satu-satunya planet dalam system tata surya yang dapat digunakan oleh makhluk hidup. Ada banyak teori yang menjelaskan tentang pembentukan bumi dan alam semesta, diantaranya adalah teori nebula, planetesimal, proto planet, keadaan tetap, big bang, dan teori pasang surut. Ada banyak peristiwa sejarah yang terjadi pada bumi dari awal terbentuknya bumi sekitar 5,7 milyar tahun yang lalu sampai bumi bisa menjadi seperti sekarang. Para ilmuwan dan ahli geologi dapat menetukan umur bumi, umur perlapisan, juga dapat menjelaskan berbagai kejadian dan peristiwa dalam sejarah pembentukam bumi menggunakan system penanggalan bumi yang disebut skala waktu geologi.
A. Pengertian
Skala waktu geologi adalah sistem penanggalan bumi yang dipakai untuk menjelaskan waktu dan hubungan antar peristiwa yang terjadi sepanjang sejarah bumi. Skala waktu geologi digunakan oleh para ahli geologi dan ilmuwan untuk menjelaskan waktu dan hubungan antar peristiwa yang terjadi sepanjang sejarah Bumi. Tabel periode geologi yang ditampilkan di halaman ini disesuaikan dengan waktu dan tatanama yang diusulkan oleh International Commission on Stratigraphy dan menggunakan standar kode warna dari United States Geological Survey. Waktu geologi bumi disusun menjadi beberapa unit menurut peristiwa yang terjadi pada tiap periode.
Ahli geologi dan ilmuwan umumnya menggunakan skala waktu geologi untuk merujuk atau menggambarkan waktu dan hubungan antara peristiwa yang telah terjadi sepanjang sejarah Bumi. International Commission on Stratigraphy (ICS) adalah sub-organisasi dari International Union of Geological Sciences (IUGS) dan bertugas meratifikasi stratigrafi dan geokronologi. Waktu geologi bumi dibagi menjadi beberapa unit sesuai dengan peristiwa global yang terjadi selama setiap periode. Setiap zaman umumnya memiliki peristiwa geologis atau paleontologis yang signifikan, seperti: B. Kepunahan massal yang dapat menjadi bukti adanya perubahan geologi.
Ada dua jenis skala waktu geologi yang menjadi dasar pengukuran dan
penentuan usia bumi, yaitu skala waktu relative dan skala waktu absolut
(Radiometrik).
B. Skala Waktu Relatif
Skala waktu relatif merupakan skala waktu yang digunakan berdasarkan atas urutan lapisan- lapisan batuan beserta dengan evolusi kehidupan organisme di masa lalu. Dalam hal ini fosil dari makhluk purba dipakai sebagai dasar dari skala waktu geologi.
Berdasarkan skala waktu relatif ini, Bumi dikelompokkan menjadi Eon (Masa), Eon dibagi menjadi Era (kurun), Era dibagi kedalam Period (zaman), dan Period dibagi menjadi Epoch (Kala).
Instrumen pembagian waktu geologi adalah dari stratigrafi batuan
sedimen. Stratigrafi berasal dari kata strata yang artinya tingkatan atau
lapisan, dalam konteks ilmu kebumian tentunya berkaitan pada lapisan batuan
sedimen.
Hadean
Hadean merupakan fase pertama bumi terbentuk, yang merupakan hasil dari peristiwa big bang, atmosfer belum terbentuk. Pada fase itu bumi hanya memiliki sedikit air dan dipenuhi oleh batuan pijar.
![]() |
| lustrasi zaman Hadean (Sumber: Wikipedia) |
Eon Archean
Archean berlangsung pada 4,5 – 2,5 milyar tahun yang lalu. Tanda
kehidupan muncul pada fase ini yang ditandai dengan terbentuknya atmosfer yang
memicu mendinginnya temperatur permukaan bumi. Sehingga dijumpailah makhluk
hidup awal seperti bakteri dan makhluk hidup sel tunggal lainnya.

Ilustrasi zaman Archaean (Sumber: earthlyuniverse.com)
Eon Proterozoikum (Proterozoic)
Proterozoikum berlangsung pada 2,5 milyar – 542 juta tahun yang lalu. Fase ini ditandai dengan berkembangnya mahluk hidup sel kompleks yang relatif sederhana seperti: carnia dan dickinsoinia.
![]() |
| Ilustrasi kondisi laut pada zaman Proterozoikum (Sumber: earthlyuniverse.com) |
Fase archean dan proterozoikum bersama-sama dikenal dan tergabung sebagai masa Pra-Kambrium (Pre-Cambrian).
Eon Fanerozoikum (Phanerozoic)
Fanerozoikum berlangsung pada akhir proterozoikum hingga saat ini, rentang waktu sekitar 541 juta tahun. Terbagi menjadi 3 era, yaitu paleozoikum (pakeozoic), mesozoikum (Mesozoic), dan kenozoikum (Cenozoic).
·
Paleozoikum (Paleozoic)
Era ini berlangsung pada 541 – 252 juta tahun yang lalu. Zaman ini ditandai oleh letusan populasi mahluk hidup dan mulai munculnya tanaman dan hewan, mahluk hidup bercangkang dan tulang, seperti trilobit, ubur ubur, sotong, ikan, reptil, dan burung. berakhirnya masa ini disebut sebagai kepunahan masal Permian pada 252 juta tahun yang lalu akibat pemanasan global dan membunuh hampir 80% mahluk hidup. Terbagi menjadi 7 periode yaitu Cambrian (541 – 485,4 juta tahun yang lalu), Ordovician (485,4 – 443,8 juta tahun yang lalu), Silurian (443,8 – 419,2 juta tahun yang lalu), Devonian (419,2 - 358,9 juta tahun yang lalu), Karbon (358,9 – 298,8 juta tahun yang lalu), dan Permian (298,8 – 252,2 juta tahun yang lalu).
·
Mesozoikum (Mesozoic)
Era ini berlangsung pada 252,2 – 65,5 juta tahun yang lalu. Zaman ini dikenal juga sebagai zaman reptil, karena pada masa ini reptil menguasai dunia Kehidupan. Dinosaurus yang mirip film land before time menguasai kehidupan di muka bumi, dan sebagai catatan dinosaurus hanya hidup pada zaman ini. dibagi menjadi zaman Trias (250-210 juta tahun lalu), Jura (210-140 juta tahun lalu), dan kapur (140-65,5 juta tahun lalu). Mesozoikum berakhir akibat peristiwa katastrofi yang disebut Kepunahan masal Kapur-Tersier yang disebabkan oleh tumbukan meteor. Setelah tumbukan meteor yang membunuh dinosaurus maka dimulailah era Kenozoikum.
·
Kenozoikum (Cenozoic)
Era ketiga
dari skala waktu geologi masa Phanerozoic ini di mulai sekitar 65,5 juta
tahun lalu sampai sekarang. Zaman ini ditandai dengan mulai menghangatnya iklim
dengan cepat. Dengan punahnya dinosaurus maka tinggal lah mahluk hidup yang
berukuran lebih kecil yang mampu beradaptasi, mamalia mulai mendominasi
kehidupan di bumi seperti mamoth, ikan paus, kelelawar, bahkan marsupila mulai
tersebar dan berevolusi. Dan singkat cerita muncullah manusia pada 12.000 ribu
tahun yang lalu. Secara umu era ini terbagi menjadi dua zaman, yaitu zaman Tersier (65,5 – 1,7 juta tahun lalu) dan Kuarter (1,7 juta tahun lalu –
sekarang).
C. Skala Waktu Absolut (Radiometrik)
Skala waktu absolut adalah skala wakrtu yang ditentukan erdasarkan peluruhan radioaktif unsur-unsur kimia yang terkandung dalam batuan. Skala waktu absolut atau radiometrik ini berkembang dari ilmu pengetahuan fisika yang diterapkan untuk menjawab permasalahan- permasalahan yang timbul dalam bidang geologi.
Penentuan umur dengan menggunakan isotop radioaktif adalah pengukuran yang memiliki kesalahan yang relatif kecil, namun demikian kesalahan yang kelihatannya kecil tersebut dalam umur geologi memiliki tingkat kisaran kesalahan beberapa tahun hingga jutaan tahun.
Teknik isotop dipakai untuk mengukur waktu
pembentukan suatu mineral tertentu yang terdapat dalam batuan. Untuk dapat
menetapkan umur absolut terhadap skala waktu geologi, suatu batuan yang dapat
di-dating secara isotopik dan juga dapat.


Komentar
Posting Komentar